Kemenbud Bersama JKPI Upayakan Pemanfaatan Budaya Daerah

Pesantenanpati.com – Sebagai upaya perlindungan dan pemanfaatan kebudayaan di sejumlah daerah melalui revitalisasi museum, cagar budaya, serta penguatan ekosistem ekonomi, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat kolaborasinya bersama dengan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI), Fadli Zon dalam siaran pers menekankan bahwa adanya sinergi pusat dan daerah dapat dijadikan sebagai kunci terkait dengan kemajuan kebudayaan nasional berbasis pusaka dan warisan budaya.

“Kita ingin kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan identitas bangsa,” jelas Fadli Zon, dikutip dari Antaranews, Jumat (20/02/2026).

Harapannya, kerja sama tersebut menurut Fadli Zon tidak hanya berupa kegiatan seremonial saja, lebih dari itu juga dapat menciptakan kontribusi baru untuk membangun sistem pelestarian kebudayaan yang berkelanjutan.

Salah satu percepatan penetapan cagar budaya nasional serta warisan budaya tak benda yang dilakukan Pemerintah RI adalah dengan pengajuan usulan kepada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Dalam hal ini, Fadli Zon juga mengatakan bahwa pengusulan akan dilakukan melalui skema extension list atau perluasan pada warisan yang sebelumnya sudah terdaftar serta joint nomination (nominasi bersama).

BACA JUGA :   Pemerintah Bakal Bentuk Satgas Audit Pesantren

Di antara kota yang disebut berpotensi besar terhadap penguatan ekosistem budaya antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, Banda Aceh, Ternate, dan Ambon.

Potensi pengembangan di Ternate dinilai oleh Fadli Zon berada pada sebuah museum bertemakan tokoh naturalis Alfred Wallace yang dapat dijadikan sebagai daya tarik utama, sementara Pemerintah RI tengah merencanakan peringatan 400 tahun tokoh ilmuwan Georg Eberhard Rumphius di Ambon.

“Program tidak boleh berhenti pada kegiatan saja. Kita harus membangun ekosistem budaya di setiap sektor, menuju ekonomi budaya ke depan,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *