Pesantenanpati.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepang atau Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) baru-baru ini melakukan kunjungan atau studi banding untuk program makan bergizi gratis (MBG).
Diketahui, kunjungan tersebut dilakukan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Dalam tinjauannya, pemerintah Indonesia mampu mengembangkan sistem MBG dengan cepat, terstruktur dan dalam skala besar.
Melansir dari Detik Finance, Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menyebut bahwa salah satu petunjuk teknis dan standar operasional MBG di Indonesia telah berhasil memenuhi standar tinggi, bahkan hampir setara dengan Jepang.
“Yang membedakan adalah pada tahap memasak. Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celcius untuk memastikan makanan aman,” jelas Hayashi, dikutip Sabtu (17/01/2026).
Hayashi menyampaikan kekagumannya atas pelaksanaan program MBG yang telah berhasil menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap harinya. Pasalnya, jumlah tersebut sudah setara dengan hampir setengah populasi negara Jepang.
Meski begitu, Jepang telah memulai program seperti MBG sejak 1889 atau lebih kurang dari 137 tahun yang lalu, hingga pengalaman tersebut dinilai sangat relevan sebagai sebuah referensi peningkatan keamanan pangan MBG.
Sementara, Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, menyambut baik kunjungan tersebut, dengan menilai bahwa capaian MBG, Indonesia kini dapat dijadikan sebagai sebuah lokasi studi banding.
“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan kedua negara,” ujar Dian. (*)













