Bikin Tak Tega! Induk Orangutan Dekap Anaknya di Atas Pohon, Demi Bertahan di Antara Kebakaran

Pesantenanpati.com Kejadian mengiris hati terjadi di antara peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan Taman Hutan Kota Sampit, Jalan Sawit Raya, Desa Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Dimana induk orangtuan tampak mendekap anaknya di atas pohon. Sedangkan di sekitarnya merupakan areal bekas kebakaran.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah telah berhasil mengevakuasi (rescue) keduanya pada Rabu (2/9/2026).

Induk orangutan diperkirakan berusia 20 tahun dan berbobot 29 kilogram yang kini diberi nama Raya. Sedangkan anaknya diprediksi berusia 1 tahun dan merupakan betina. Ia diberi nama Rayu.

Evakuasi dilakukan usai ada warga yang melapor dan mengirim video kepada petugas sekitar pukul 11.00 WIB

Komandan BKSDA Resor Sampit, Muriansyah menyebut, anggota TNI Husin yang pertama kali melihat orangutan tersebut di atas pohon pada lahan yang sempat terbakar.

“Petugas Pos Sampit menerima laporan dari Saudara Feri mengenai keberadaan orangutan di Hutan Kota Sampit.”

“Informasi dan dokumentasi tersebut juga telah diteruskan ke Tim Posko Gabungan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kotim,” paparnya.

BACA JUGA :   Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Dua Orang Lancarkan Penipuan

Tim BKSDA Resor Sampit bergerak ke lokasi pada pukul 12.00 WIB. Kedua orangutan itu masih ada di satu pohon dan tidak berpindah tempat.

“Diduga kuat orangutan tidak mau berpindah karena areal di sekitarnya sudah terbakar dan tanah gambutnya masih mengeluarkan asap pekat,” ujarnya.

“Akses ke lokasi relatif mudah, namun kondisinya memang memprihatinkan karena dikelilingi lahan bekas terbakar,” lanjutnya.

Evakuasi kemudian dilakukan setelah tim rescue gabungan dari Pangkalan Bun dan mitra Orangutan Foundation International (OFI) tiba di lokasi sekitar pukul 20.30 WIB.

Evakuasi dilakukan dengan pembiusan. Petugas kemudian menyadari orangutan tersebut membawa anaknya yang masih balita.

“Setelah terbius, kedua satwa segera kami evakuasi ke tempat aman untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh,” ujarnya.

“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi keduanya sehat dan normal, tidak ditemukan luka bakar maupun luka tembak,” lanjutnya.

Dua orangutan itu pun dibawa ke Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

“Di Pangkalan Bun kedua individu mendapatkan penanganan dan persiapan proses pelepasliaran kembali ke habitat yang lebih aman,” ujarnya. (*)

BACA JUGA :   Puluhan Kios dan Bangunan Semi Permanen di Bandung Hangus Terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *