Kasus Infeksi di Kudus Alami Peningkatan hingga Picu Lonjakan Pasien RSUD

Kudus, Pesantenanpati.com – Kasus infeksi saluran pernapasan hingga pencernaan di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, dilaporkan mengalami peningkatan, terhitung sejak awal September 2026.

Kondisi tersebut diketahui menjadi pemicu utama terjadinya lonjakan pasien dengan kunjungan Unit Gawat Darurat (UGD) mencapai rata-rata 32 hingga 40 pasien per hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus.

Dalam hal ini, tingginya jumlah pasien di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus ini membuat tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai hingga 84,4 persen, di mana 38 pasien di antaranya masih menjalani perawatan di UGD.

Selain infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran pencernaan, di antara sejumlah penyakit lainnya yang diderita oleh pasien RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus meliputi jantung, stroke, bronkopneumonia, gastroenteritis dan tifus.

“Rata-rata hampir semua sama. Anak-anak, dewasa, sampai lansia (lanjut usia) juga banyak. Di semua unit rawat inap, baik alokasi anak, dewasa maupun lansia, semuanya penuh,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Andini Aridewi, dikutip dari RRI.

BACA JUGA :   Tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, Ada Pengalihan Arus Lalu Lintas

Selain itu, pihak RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus juga menyebut bahwa lonjakan pasien di bulan September merupakan pola yang cukup sering terjadi di setiap tahunnya, dengan pola penurunan yang terjadi sekitar bulan Juni hingga Agustus.

Namun, lonjakan bulan September di tahun 2026 dinilai menjadi yang lebih tinggi dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya bulan September memang mulai naik, kemudian Oktober, November, Desember hingga Januari dan Februari. Namun, bulan September tahun ini luar biasa, lebih tinggi dari biasanya,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *