Pemprov Masih Terus Bangun Rumah Apung untuk Warga Demak Terdampak Rob

Pesantenanpati.comPemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah masih terus melakukan pembangunan rumah apung untuk warga Demak yang terdampak rob.

Pembangunan dilakukan Pemprov berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Jateng.

“Bantuan rumah apung terus kami lakukan, sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan.

Pembangunan rumah apung dinilai adaptif untuk menjawab persoalan lingkungan pesisir, khususnya di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono Kecamatan Sayung Demak.

Selain menggandeng Pemkab Demak, Pemprov juga menggandeng Bank Jateng dalam pelaksanaannya.

“Dalam beberapa kesempatan, Pak Gubernur selalu menyampaikan kerja super team bukan super man. Itu yang kami lakukan dalam menangani pemukiman warga di daerah bencana rob,” terangnya.

Tercatat. Ada 15 rumah apung yang dibangun hingga 2025. Diantaranya 1 unit prototype rumah apung di tahun 2023 oleh Pemkab Demak dan CSR, 1 unit rumah apung di tahun 2024 oleh Yayasan sheep Indonesia, 3 unit rumah apung pada 2025 oleh CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak, dan 10 unit lagi pada 2025.

BACA JUGA :   Petani Magelang Dapat Bantuan 104 Alat Pertanian

“Pada tahun 2026 ini total akan dibangun 20 unit rumah apung, yang terdiri dari 19 unit rumah apung di Desa Timbulsloko dan 1 unit di Desa Bedono Kecamatan Sayung. 17 unit, di antaranya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Pembangunan tiga unit rumah apung sudah dimulai tahun ini. Penerimanya adalah Rokani, Desa Bedono dan dua di Desa Timbulsloko yakni Krisma dan Ngadiyanto.

“Saat ini sudah mulai proses pembangunan pada bulan Maret, dan ditargetkan selesai di bulan Mei ini,” tuturnya.

Boedyo berharap, bantuan rumah apung menjadi solusi bagi warga terdampak rob, sehingga mereka dapat memiliki hunian yang jauh lebih layak, aman dan nyaman.

“Selama ini rob menjadi masalah utama bagi warga di sana. Kami berharap bantuan ini menjadi solusi,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *