Kloter Pertama Haji Jateng Embarkasi Solo Diberangkatkan

Pesantenanpati.com – Kloter pertama haji Jawa Tengah embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali diberangkatkan pada Selasa (21/4/2026) malam.

Untuk kloter pertama, yakni SOC 1 dari Kabupaten Tegal. Jemaah dijadwalkan terbang dari Bandara Adi Soemarmo pukul 01.05 WIB pada Rabu (22/4/2026). Jemaah berangkat menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.

Tahun ini, jemaah haji di Jawa Tengah mencapai 34.122 orang berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jateng.

Jumlah itu terdiri atas 32.138 jemaah urut porsi, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, dan 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Jemaah diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Solo, sedangkan 15 kloter dari wilayah karesidenan Kedu melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport.

Diketahui, jumlah jemaah yang berangkat melalui Embarkasi Solo mencapai 28.772 orang, dengan pendampingan 321 petugas haji. Sementara, melalui Embarkasi Yogyakarta sebanyak 5.368 orang dengan didampingi 60 petugas haji.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meminta para jemaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah serta Indonesia. Selain itu juga diminta mengikuti arahan pembimbing, dan jadwal yang telah disusun.

BACA JUGA :   Mayoritas Wilayah di Jateng Diprediksi Alami Awal Musim Kemarau pada Mei 2025

“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” paparnya.

Taj Yasin menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan. Dia mengingatkan, perjalanan ibadah haji berlangsung panjang, sekitar 40 hari, sehingga jemaah harus cermat menjaga stamina.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” egas Gus Yasin, sapaannya.

Wagub juga meminta jemaah menjaga perilaku selama di Tanah Suci. Jemaah Jawa Tengah harus ikut mempertahankan citra baik jemaah Indonesia, yang selama ini dikenal tertib, sopan, dan tidak menyulitkan pihak lain.

“Nama baik Provinsi Jawa Tengah juga harus dijaga di sana,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar mengatakan, panitia telah melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif terhadap dokumen resmi yang menyatakan kemampuan calon jemaah, dari aspek kesehatan (fisik dan mental) untuk menunaikan ibadah haji.

“Persiapan kita yang utama adalah melakukan cek kembali hasil istitha’ah dari seluruh jemaah,” ujarnya.

Yunita menyebut, kloter 1 dalam kondisi aman. Namun pada kloter 2 terdapat dua jemaah yang dirujuk ke Rumah Sakit dr Moewardi, sedangkan pada kloter 3 dua jemaah diistirahatkan dan satu lainnya masih diobservasi.

BACA JUGA :   Pedagang Bakso di Jateng Capai 17 Ribu Lebih, Gubernur Jateng Minta Urus Sertifikat Halal

Menurut dia, kondisi itu tidak otomatis membuat jemaah batal berangkat. Penentuan layak terbang dilakukan melalui asesmen khusus, oleh tim medis yang bersiaga 24 jam.

“Pemeriksaan kesehatan itu sangat penting untuk menjaga jemaah di sana tetap sehat. Jadi berangkat sehat, pulang sehat,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *