Ahmad Luthfi Optimis Jateng Bebas dari Sampah di Tahun 2028

Pesantenanpati.com – Seiring dengan penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu yang terus dikembangkan di sejumlah daerah, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) optimis akan mencapai kondisi bebas dari sampah yang lebih cepat dari target nasional, atau sekitar tahun 2028.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, usai mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam kunjungannya meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas.

Menurutnya, ketertarikan Presiden Prabowo terhadap sistem pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten Banyumas menjadi sinyal positif, bahwa pendekatan dari hulu ke hilir berbasis ekonomi sirkular yang diterapkan oleh Jateng sudah berada di jalur yang tepat.

“Pak Presiden sangat tertarik. Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kita kerjakan bersama,” jelas Luthfi di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, dikutip dari Antaranews.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tengah melakukan percepatan terhadap pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di sejumlah kabupaten/kota.

BACA JUGA :   Mahasiswa KKN Kelompok 5 UPGRIS Ajak Ibu PKK Desa Blaru Cegah Sampah Berserakan dengan Konsep 3R

Hingga saat ini, terdapat 13 kabupaten/kota yang masih berada dalam tahap pengembangan RDF. Sementara itu, tiga daerah lainnya telah mulai beroperasi.

“Pengembangan RDF ini terus kita kebut agar penanganan sampah semakin optimal,” ujarnya, dikutip Rabu (29/04/2026).

Selain itu, Pemprov Jateng juga telah mempersiapkan sejumlah dukungan hilirisasi melalui kerja sama dengan empat pabrik semen sebagai pembeli (offtaker) hasil olahan sampah, yang dijadikan sebagai sumber kekuatan.

“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *