Sindikat Penjualan Motor ke Vietnam Ditangkap

Semarang, Pesantenanpati.comSindikat penjualan motor internasional ditangkap tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Sindikat motor tersebut mencari motor murah untuk disulap seperti motor baru dan dijual ke Vietnam.

“Pelaku mencari kendaraan sepeda motor leasing kemudian dibeli dengan harga murah, lalu dikirim ke Surabaya untuk dibawa ke luar negeri yang sebelumnya telah dimodifikasi, spidometer dibuat nol kilometer seolah kendaraan baru,” kata Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi saat jumpa pers, Selasa (21/5/2024).

Selanjutnya, Luthfi menjelaskan peran dua pelaku sebagai penadah yakni Ashari (39), warga Kecamatan Mranggen, Demak, dan Sumantri (38) warga Kecamatan Karangawen, Demak.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 80 motor siap kirim ke Vietnam.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora menyampaikan pihaknya mendapatkan informasi pengiriman sejumlah motor ke Surabaya tanpa dokumen resmi melalui kereta api di Stasiun Tawang Semarang pada 7 Mei 2024. Berdasarkan pengembangan kasus, polisi menangkap Ashari.

“Jadi pada tanggal 7 Mei 2024 tim kami Jatanras menerima info ada pengiriman motor ke Surabaya tanpa dilengkapi dokumen. Melakukan penyelidikan ternyata didapatkan dikirim dari Tawang. Dari pengembangan, dilakukan penangkapan terhadap Ashari dan ada lima motor. Setelah interogasi dia itu sebagai pemungut. Kemudian ditangkap pemodal, Sumantri. Di sana ada 10 motor,” jelas Johanson.

BACA JUGA :   Kemenkes Tutup program studi anestesi Undip Imbas Kematian Mahasiswi Kedokteran

Lebih lanjut, penyelidikan dilakukan hingga ditemukan 65 motor yang disimpan dalam udang sebuah dealer. Rencananya motor tersebut akan dikirim ke Batam lalu diteruskan ke Vietnam.

“Pengiriman di Surabaya didatangi. Ada 65 motor siap kirim dalam satu gudang milik dealer. Di sana kalau motornya ada kilometernya, di-nol-kan. Dari Surabaya ada seseorang di Batam yang menjualkan (ke Vietnam). Invoice-nya kendaraan baru,” jelas Johanson.

“Dari Januari 2023 sampai Mei ini sudah 1.000 unit dikirim ke Vietnam,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *