Pati, Pesantenanpati.com – Guna meningkatkan kapasitas elemen masyarakat di bidang kewaspadaan dini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah gelar kegiatan bertajuk “Sinergi Pemerintah dan elemen masyarakat dalam membangun sistem deteksi dini serta pencegahan potensi gangguan keamanan”.
Dalam materi yang bertema Toleransi dan Modernisasi Beragama, Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, H. Endro Dwi Cahyono, ST, menekankan terkait pentingnya modernisasi beragama dalam menghadapi perubahan zaman.
“Memudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa akibat dari globalisasi yang tidak di filter dengan baik, dapat menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa,” jelas Endro.
Terkait hal tersebut, Endro menjelaskan bahwa modernisasi beragama bukan diartikan dengan meninggalkan nilai-nilai agama, tetapi bagaimana kita dapat menginterpretasikan dan mengaplikasikan nilai-nilai itu ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Modernisasi beragama dapat dipahami sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi ditengah-tengah, selalu bertindak adil dan tidak ekstrem dalam beragama,” ungkap politisi asli Pati yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Semarang.
Pada kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, akademisi, dan aktivis sosial itu, mereka juga membahas tentang bagaimana agama dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam menghadapi tantangan zaman modern. (*)







