Keberadaan SPAM Diharapkan Atasi Krisis Air Bersih di Semarang

Semarang, Pesantenanpati.com – Keberadaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat Jawa Tengah diharapkan mampu mengatasi krisis air bersih dan penurunan permukaan tanah karena penggunaan air tanah di Kota Semarang.

SPAM sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap Kementerian PUPR. Tujuannya adalah untuk meningkatkan layanan air minum sebesar 70.000 sambungan rumah (SR) atau setara 350.000 jiwa dengan kapasitas 1.000 liter/detik.

“Layanan SPAM diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik agar masyarakat menikmati air minum berkualitas dengan harga terjangkau, berkesinambungan selama 24 jam, serta meningkatkan perbaikan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan air bersih,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Serah terima pengelolaan SPAM Semarang Barat dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah (Jateng), Ditjen Cipta Karya kepada Pemerintah Kota Semarang pada Mei 2023.

Sumber air baku SPAM Semarang Barat sendiri berasal dari Bendungan Jatibarang yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

BACA JUGA :   Pemprov Jateng Siapkan Perda Pembentukan Dana Cadangan Pilkada 2024

Pembangunan intake Jatibarang dengan kapasitas 1.050 liter/detik dilakukan dengan anggaran Rp105 miliar di tahun 2017-2019. Sedangkan pengerjaan Instalansi Pengelolaan Air (IPA) Jatibarang dilakukan dengan kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) PT ASB pada 2019-2021 senilai Rp417 miliar.

Kementerian PUPR melalui BPPW Jateng juga telah membangun jaringan perpipaan distribusi utama sepanjang 52,2 km untuk mendukung program KPBU SPAM Semarang Barat yang selesai pada April 2023 dengan biaya sekitar Rp224 miliar.

Kepala BPPW Jateng Kuswara mengungkapkan dua pekerjaan yang diserahterimakan kepada Pemkot Semarang ada SPAM Semarang Barat proyek KPBU dan proyek National Urban Water Supply Project (NUWSP).

“Untuk SPAM Semarang Barat diproyeksikan memberikan manfaat 70.000 sambungan rumah, sedangkan satunya (NUWSP) 23.000 sambungan rumah. Jadi bisa menambah 90.000 lebih sambungan rumah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *