Nahas! Niat Bakar Daun Tebu, Petani di Wedarijaksa Malah Ikut Terbakar

Pesantenanpati.comNasib nahas dialami petani di Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah berinisial Y (60).

Ia berniat membakar daun tebu di area persawahan Blok Tarub, Desa Wedarijaksa pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun hal itu malah menjadi hari terakhirnya.

Ia ditemukan tewas karena mengalami luka bakar parah di lokasi lahan tebu yang ia bersihkan dengan cara dibakar.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro mengatakan bahwa korban memang bekerja membakar sisa tebangan tebu bersama temannya di sawah warga berinisial M. Namun keduanya berada di lokasi yang berbeda.

“Korban bersama rekannya mendapat tugas membakar daun tebu yang telah kering untuk membersihkan lahan. Saat itu mereka bekerja di lokasi yang berbeda dalam satu area persawahan,” ujar AKP Suntoro.

Teman korban sempat mencari keberadaan korban setelah tugasnya selesai karena korban sudah tak terlihat di lokasi.

Namun, ia justru mendapati korban sudah dalam posisi tengkurap dan mengalami luka bakar yang cukup berat. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pemilik lahan dan pihak polisi.

BACA JUGA :   Subsidi Pajak Kendaraan Angkutan Umum Diturunkan Hingga 40 Persen

“Saat dicari, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi mengalami luka bakar yang cukup berat. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pemilik lahan dan diteruskan kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Polsek Wedarijaksa pun mendatangi lokasi bersama petugas medis dari Puskesmas Wedarijaksa I untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar hingga 90 persen.

“Dari pemeriksaan juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” kata AKP Suntoro.

Korban diduga terjebak di kobaran api saat melakukan tugas pembakaran daun tebu.

“Namun demikian, seluruh keterangan saksi dan hasil pemeriksaan tetap kami dokumentasikan sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran di lahan pertanian. Pastikan kondisi aman, perhatikan arah angin, siapkan sarana pemadaman sederhana, dan sebisa mungkin tidak bekerja sendirian agar apabila terjadi keadaan darurat dapat segera memperoleh pertolongan,” ujarnya. (*)

BACA JUGA :   Anak Kelas Enam SD Jadi Juara MAPSI Tingkat Kecamatan Kayen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *