Ibadah Natal Secara Hybrid Masih Diselenggarakan di Pati

Pesantenanpati.com – Ibadah Natal 2022 secara hybrid masih diselenggarakan di sejumlah gereja wilayah Kabupaten Pati.

Adapun salah satu gereja yang masih menyelenggarakan ibadah Natal secara hybrid diantaranya adalah gereja Kristen Isa Almasih, Pati Kota.

Berdasarkan keterangan dari Pendeta Paulus Sugito, pengurus gereja setempat mengatakan, nantinya gereja hanya menampung sekitar 80 persen jemaat dari kapasitas normal.

“Kapasitas kita prediksi sekitar 250-300 orang biasanya bisa 500 kalau ibadah lagi sore jadi setelah pandemi sampai sekarang masih 75-80 persen,” ujarnya saat ditemui Mitrapost.com di gereja, Rabu (21/12/2022).

Waktu ibadah juga dibatasi hanya satu jam, dari yang sebelumnya bisa dua sampai dua setengah jam.

Prosesi ibadah Natal juga akan disiarkan melalui streaming Youtube, sehingga dapat diikuti oleh jemaat di rumah.

“Selain online tapi juga diunggah di youtube yang takut atau sedih mengikuti ibadah secara streaming,” imbuhnya.

Selain mengurangi kapasitas, pengurus gereja juga masih menerapkan protokol kesehatan. Meskipun physical distancing tidak diterapkan, jemaat masih diminta untuk memakai masker.

BACA JUGA :   Satpol PP Pati Akui Sulit Mendapatkan Wewenang Saat Razia Tempat Karaoke

Diakui Sugito, pemerintah mulai tahun ini sudah melonggarkan protokol kesehatan pada masa penyelenggaraan ibadah Natal. Kementerian Agama mengizinkan perayaan Natal Tahun 2022 diselenggarakan secara luring maksimal 100 persen dari kapasitas ruangan.

Kebijakan pembatasan kapasitas jemaat dan ibadah luring adalah inisiasi dari pengurus gereja Isa Almasih sebagai tindakan preventif.

Di luar wilayah, papar Sugito, ibadah Natal sudah dilakukan secara penuh, seperti di Tempat pembinaan iman (cabang gereja Isa Almasih) di kecamatan Gunungwungkal ibadah dilakukan dengan kapasitas normal.

“Kalau di Gunungwungkal sudah bebas. Antusiasme umat penuh. Kemarin malam Selasa (20/12) kita disana kedatangan 350 orang. Mengundang gereja tetangga, persekutuan pemuda dan perangkat desa,” tandasnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *