Dukung Budidaya Ikan Nila Salin di Pati, Bantuan Kincir Air Tambak Disalurkan

Pati, Pesantenanpati.comSebagai bentuk dukungan untuk pengembangan budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati, bantuan kincir air tambak disalurkan.

Bantuan tersebut merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BNI.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada BNI yang telah memberikan CSR bantuan yang secara langsung bisa meningkatkan produktivitas budidaya perikanan,” ujar Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Diketahui, sebanyak 50 unit kincir air tambak disalurkan untuk wilayah Jepat Lor, Dororejo, Kalikalong, Tunggulsari, Margomulyo, Tunjungrejo, Dukuhseti, Desa Kembang, dan Puncel.

Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus penanganan dampak banjir yang terjadi pada Januari dan Februari. Menurutnya, penggunaan kincir air memberikan perbedaan signifikan terhadap hasil panen.

“Tambak ini kalau tanpa kincir dan pakai kincir, baik intensif maupun tradisional, mempunyai dampak peningkatan nila salin yang sangat besar, bahkan bisa lebih dari 50 persen,” paparnya.

Untuk wilayah tambak yang belum teraliri listrik, Plt Bupati Pati berharap untuk bisa didata sehingga bisa difasilitasi bersama PLN.

“Nanti tolong didata lagi daerah-daerah mana yang listriknya belum masuk, supaya budidaya nila salin ini benar-benar bisa berkembang untuk menopang perekonomian Kabupaten Pati,” jelasnya.

BACA JUGA :   Larangan Aktivitas Tambak Udang di Karimunjawa Telah Ditetapkan Jadi Perda

Pengembangan nila salin sendiri saat ini telah diintegrasikan dengan program MBG.

“Saya sebagai Satgas MBG sudah menginstruksikan pemilik MBG untuk memanfaatkan ikan nila salin sebagai menu. Kemarin sudah ada beberapa yang masuk, di-presto,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso mengatakan bahwa bantuan yang diberikan bernilai Rp348 juta untuk pengadaan 50 kincir air. Penerimanya adalah 25 pembudidaya ikan nila salin.

“Penerima adalah pembudidaya ikan nila salin yang memiliki akses listrik dan merupakan nasabah BNI,” paparnya.

Produksi perikanan budidaya tahun 2025 di Pati sendiri mencapai 48.205 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 70.000 ton pada tahun 2026.

Pimpinan BNI Cabang Pati, I Gede Suharsa, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan semangat para petambak, khususnya yang terdampak banjir.

“Semoga bantuan atau CSR ini bisa membawa manfaat dan menambah semangat Bapak dan Ibu semua dalam berkarya untuk kemajuan Kabupaten Pati,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *