Dispermades Pati Sebut Cegah Penyimpangan Dana Desa Perlu Kerja Sama Berbagai Pihak

Pati, Pesantenanpati.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati menyebut, untuk mencegah penyimpangan dana desa perlu ada kerja sama dari berbagai pihak.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Pembangunan Desa Dipermades Pati, Agustin dengan melihat kasus penyimpangan dana desa yang sebelumnya dilakukan Kepala Desa (Kades) Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati Muhammad Kunarso.

Ia menilai kepala desa tak mungkin bekerja sendiri, sebab ia pasti memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak.

Pihaknya sendiri mengaku telah memberikan pembinaan, pemahaman kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maupun perangkat desa lainnya.

“Kemarin kita sudah turun ke desa. Memberikan pembinaan, pemahaman baik ke BPD, petugas desa yang lain selain kepala desa, dan semua perangkat lainnya. Artinya juga perlu kerjasama agar semua ini bisa dilakukan, karena tidak bisa kepala desa itu bekerja sendiri. Ada koordinasi juga antara Pemerintah Desa dengan BPD, harus sinkron terkait hal ini,” jelas Agustin.

Hal ini dilakukan lantaran guna mengantisipasi terjadinya kembali kasus penyimpangan dana desa.

BACA JUGA :   PKL Alun-alun Kembang Joyo Akui Merasa Tak Diperhatikan Pemkab

Sebagaimana diketahui bersama, dalam kasus tersebut, Kades Bulumanis Lor dituntut mengembalikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp77 juta. Dan tentunya ada penyerahan sejumlah laporan administrasi desa lainnya.

Seperti Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa (LPPD), Laporan Keterangan Penanggungjawaban Pemerintah Desa (LKPPD), Peraturan Desa (Perdes) APBDes tahun 2022, Perdes Penetapan APBDes tahun anggaran 2023.

Lebih lanjut, Agustin mengaku, kalau sejauh ini di wilayah Kabupaten Pati baru pertama kalinya sedang terjadi kasus seperti penyimpangan dana desa ini.

Sementara itu, saat disinggung jika terjadi kasus penyimpangan dana desa kembali, pihaknya menuturkan bahwasannya dilihat dulu kasusnya seperti apa.

Lantaran setiap kasus atau perbuatan yang terjadi, cara penanganannya juga berbeda-beda. Sehingga tidak bisa disamaratakan.

“Kita lihat dulu kasusnya seperti apa, apakah kasusnya seperti penyimpangan dana desa oleh Kades Bulumanis Lor, atau tidak. Karena kan setiap kasus atau masalah juga berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamakan antara kasus ini dan cara terbaiknya seperti apa. Tapi sejauh ini kasus penggunaan dana desa baru ini,” tandasnya. (*)

BACA JUGA :   Warga Kayen Digegerkan Penemuan Mayat di Selokan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *