Wamensos Pastikan Bantuan Korban Bencana di Aceh Tersalurkan

Pesantenanpati.com – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono memastikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Kutacane, Aceh Tenggara tersalurkan dengan baik.

Pihaknya juga melakukan tinjuan langsung untuk memastikan penanganan darurat bagi para pengungsi berjalan baik.

“Kemensos sudah menyalurkan logistik dan mendirikan dapur umum. Di Kutacane saya melihat langsung bagaimana proses memasak dilakukan. Dalam satu kali masak bisa menghasilkan 1.500 bungkus, dan total 3.000 bungkus disiapkan untuk dua kali makan, siang dan malam,” ujar Wamensos.

Wamensos menjelaskan bahwa sejak awal masa tanggap darurat, Kemensos telah mengirimkan berbagai dukungan logistik seperti tenda, kasur, selimut, pakaian anak, pakaian ibu, serta kebutuhan permakanan siap saji.

Ia juga menambahkan bahwa pelayanan dapur umum melibatkan unsur Tagana, TKSK, serta SDM Program Keluarga Harapan (PKH). Wamensos memastikan bahwa kebutuhan tambahan akan segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada kebutuhan yang mendesak, silakan dikomunikasikan dengan Dinas Sosial dan dikoordinasikan dengan Kemensos. Jangan sampai kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian tidak bisa kita tangani. Kita harus bersinergi agar para korban benar-benar terperhatikan,” tegasnya.

BACA JUGA :   Dosen ASN Tuntut Pemerintah Cairkan Tunjangan Kinerja

Pihak Kemensos juga menerapkan skema dukungan logistik melalui Dinas Sosial setempat. Mekanisme yang dilakukan adalah pengiriman bahan pokok untuk kemudian dibelanjakan oleh dinas, sementara pembiayaannya akan direimburse oleh Kemensos.

“Kita bisa berhubungan langsung dengan tokoh setempat, nanti akan kita urus,” tambah Wamensos jelasnya.

Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti mengatakan bahwa perbaikan akan dilakukan untuk dua jembatan mengalami putus total akibat banjir bandang yang terjadi pekan lalu.

“Kami sedih melihat kondisi ini. Kerusakan jembatan akan memutus perekonomian dan konektivitas warga. Pemerintah akan bersama-sama melakukan perbaikan seluruh infrastruktur yang terdampak,” jelasnya.

Saat ini, proses identifikasi kerusakan sedang dilakukan, tidak hanya di Kutacane tetapi juga di wilayah lain yang terdampak.

“Karena ini masa darurat dan sudah ada SK, kami sedang menentukan langkah tercepat. Mudah-mudahan perbaikan bisa diselesaikan dalam 3–4 bulan,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *