Penyelundupan Ganja Lewat Ekspedisi Terungkap, Berawal dari Paket Mencurigakan

Pesantenanpati.comPenyelundupan narkotika jenis ganja lewat jasa ekspedisi terungkap. Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bukittinggi berhasil mengagalkan aksi tersebut.

Dari operasi yang dilakukan pada Selasa (30/6/2026), polisi menemukan 41 paket ganja yang akan diedarkan ke luar Sumatera Barat. Selain itu, polisi juga mengamankan dua tersangka.

Kasat Narkoba AKP M. Arvi mengatakan bahwa kasus terungkap berawal dari adanya paket mencurigakan di jasa ekspedisi yang berada di Jalan By Pass, Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pembongkaran paket.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan kedua paket tersebut berisi narkotika jenis ganja yang dibalut lakban cokelat,” ujarnya.

Petugas juga melakukan pengintaian di lokasi hingga pria berinisial HZ (35) datang mengurus paket tersebut. Saat itulah polisi mengamankan pria tersebut.

Pelaku mengakui paket tersebut miliknya dan paket ganja itu rencananya akan dikirim ke Bandung. Dalam kasus ini, polisi turut menyita satu unit telepon genggam merek Infinix warna abu-abu dan uang tunai sebesar Rp300 ribu.

BACA JUGA :   Resmi! Syarat Buat SIM Harus Punya Sertifikat Mengemudi

Barang haram itu diketahui berasal dari pemasok berinisial MS (27). Setelah dilakukan pengembangan kasus, petugas mengamankan MS di kontrakannya di Simpang Balai Limo, Jorong Tanjung Medan, Nagari Biaro Gadang, Kabupaten Agam.

Setelah digeledah, polisi menemukan 39 paket ganja yang telah dibungkus lakban cokelat dan siap diedarkan. Selain itu, turut diamankan satu rol aluminium foil, satu gulung lakban cokelat, serta satu unit telepon genggam iPhone warna biru muda.

“Seluruh barang bukti yang ditemukan di rumah kontrakan diakui merupakan milik tersangka Mahdi,” kata Arvi.

Total barang bukti yang diamankan yaitu 41 paket narkotika jenis ganja, beserta sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aktivitas pengemasan dan distribusi narkoba.

Polisi pun masih mendalami kemungkinan adanya jaringan narkoba di kasus ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *