Panic Buying Terjadi di Aceh Tengah Imbas Isu Stok BBM Cukup untuk 25 Hari

Pesantenanpati.com – Panic buying Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Aceh Tengah hingga hari ini Kamis (5/3/2026).

Hal itu terjadi usai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengeluarkan pernyataan yang menyebut cadangan stok BBM nasional berada di kisaran 21 hingga 25 hari.

Masyarakat menilai hal itu sebagai sinyal krisis energi yang berpotensi terjadi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, warga pun berbondong-bondong membeli BBM.

Sejumlah SPBU di Aceh Tengah masih dipadatri antrean kendaraan salah satunya di SPBU Tan Saril. Antrean di sana menyebabkan arus lalu lintas padat tepatnya di jalur Takengon-Isaq. Polisi pun turun tangan melakukan pengaturan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal sendiri telah merespon kepanikan warga dnegan menegaskan bahwa stok BBM dalam kondisi aman.

Koordinasi dengan Sales Branch Manager (SBM) Aceh II Fuel PT Pertamina Patra Niaga telah dilakukan guna memastikan distribusi BBM lancar.

“Kondisi saat ini terdapat kapal pengangkut BBM yang baru saja bersandar untuk memenuhi kebutuhan jelang Lebaran. Stok di depot yang mencakup wilayah Lhokseumawe dan Aceh Tengah saat ini tersedia: Pertalite 4,36 juta liter, Solar 2,3 juta liter, dan Pertamax 1,34 juta liter,” jelasnya.

BACA JUGA :   Pria di Depok Diculik Sekelompok Orang yang Ngaku Buser Polres

“Insya Allah stok dalam keadaan aman. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panic buying karena pengiriman ke SPBU dilakukan setiap hari. Tidak ada alasan untuk khawatir kekurangan bahan bakar,” lanjutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *