Antisipasi Kenaikan Harga, BGN Minta SPPG Variasi Menu

Pesantenanpati.com – Menjelang lebaran, Badan Gizi Nasional (BGN) mengantisipasi adanya potensi kenaikan harga telur dengan meminta kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk melakukan penyesuaian dan variasi menu.

Dalam hal tersebut, penyesuaian termasuk pada penggantian lauk berbasis telur menjadi ikan atau sumber protein lainnya.

Melansir dari Detik Health, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyan menyebut terkait dengan pentingnya kebijakan tersebut sebagai upaya penjagaan stabilitas pasokan dan harga pangan yang ada di pasar, sekaligus memastikan program makan bergizi gratis (MBG) ini tetap berjalan secara optimal.

“Menjelang lebaran nanti, jangan sampai berantem sama yang mau bikin kue. Jadi penggunaan telur segala macam harus diganti, harus beragam lah, bervariasi. Diganti tadi ya, sama ikan lele. Jadi jangan sampai memicu inflasi dan kelangkaan gitu,” jelas Nanik, dikutip Sabtu (10/01/2026).

Menurutnya, menu dalam penyajian MBG harus bervariasi, mulai dari ikan lele maupun nila. Pastinya, pihaknya telah mendapat persetujuan secara langsung oleh para siswa untuk pergantian menu.

BACA JUGA :   Sebanyak 101 Ribu Guru Madrasah dan PAI Lulus PPG

Diketahui, kebijakan yang serupa ini sebenarnya sudah pernah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), dengan penilaian keberhasilan yang mampu menahan laju kenaikan harga di pasaran.

“Sudah ada imbauan. Nanti kita juga akan imbaukan lagi seperti waktu itu, ya, waktu Nataru. Kita bilang, ‘jangan banyak pakai telur supaya yang Natalan nggak kena harga tinggi.’ Dan itu berhasil,” katanya.

Pada masa itu, BGN bersama dengan SPPG mengalihkan penyajian menunya ke protein lain, seperti daging sapi, sehingga tekanan permintaan terhadap telur bisa dapat dilakukan penekanan dengan baik.

“Nah, sekarang juga begitu. Jadi kita nanti diversifikasi ke pangan lain,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *