Pesantenanpati.com – Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) dikabarkan akan segera melakukan pengoperasian terhadap sebanyak 900 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang ada di Indonesia.
Melansir dari Antaranews, pengoperasian SPPG ini segera dilakukan, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Pusat terhadap percepatan program prioritas Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk masuk di daerah terpencil.
“Insya Allah, dalam waktu dekat ini sudah ada Program MBG di wilayah 3T ini,” jelas Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dalam Rapat Konsolidasi Program MBG di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam pemaparannya, pihaknya berkomitmen bahwa pelaksanaan program MBG di wilayah 3T ini akan lebih dioptimalkan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak, bayi di bawah lima tahun (balita), ibu hamil hingga ibu menyusui.
“Mudah-mudahan dalam satu hingga dua bulan ini 900 SPPG mulai beroperasi dan berikutnya menyusul 2.000 SPPG dan berikutnya 4.000 SPPG mulai melakukan pendaftaran di wilayah 3T ini,” katanya, dikutip Sabtu (18/04/2026).
Perlu diketahui, pendaftaran pendirian SPPG untuk wilayah 3T ini diajukan ke BGN melalui sejumlah satuan tugas (satgas) program MBG di setiap kabupaten/kota di daerah yang masuk dalam kriteria.
“Satgas program MBG di wilayah 3T ini mendaftarkan ke BGN dan selanjutnya diverifikasi untuk memulai pembangunan dan pengoperasian SPPG di daerah terpencil ini,” ucapnya.
Sementara itu, Sony menjelaskan bahwa pembangunan SPPG ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (*)













