Penjelasan tentang Penyakit Hipertensi dan Pencegahannya

Pesantenanpati.comHipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita masyarakat di seluruh dunia.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), lebih dari 1,28 miliar orang dewasa di dunia mengalami hipertensi, dan hampir dua pertiganya tinggal di negara berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk Indonesia.

Mengutip dari Alodokter, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi batas normal, yaitu 120/80 mmHg. Seseorang dinyatakan menderita hipertensi jika tekanan darahnya terus berada di angka 140/90 mmHg atau lebih dalam pengukuran berulang.

Kondisi ini dapat terjadi karena peningkatan tekanan pada dinding arteri yang memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Penyebab hipertensi dapat dibedakan menjadi dua jenis, ialah primer (esensial) dan sekunder.

Hipertensi primer umumnya muncul tanpa penyebab spesifik dan berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia atau gaya hidup tidak sehat. Sementara hipertensi sekunder terjadi akibat penyakit lain seperti gangguan ginjal, kelainan hormon, atau efek samping dari obat-obatan tertentu.

BACA JUGA :   7 Manfaat Berolahraga di Luar Ruangan yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi antara lain konsumsi garam berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres berkepanjangan, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi mencapai 33,5 persen pada orang dewasa, dengan peningkatan kasus signifikan pada usia di atas 40 tahun.

Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Oleh karena itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi langkah penting dalam pencegahannya.

Beberapa cara pencegahan hipertensi yang disarankan oleh ahli kesehatan meliputi menjaga pola makan seimbang dengan mengurangi asupan garam dan kandungan lemak, konsumsi sayur dan buah, rutin berolahraga minimal 30 menit per hari, serta menjaga berat badan ideal.

Selain itu, penting juga untuk mengelola stres dan memeriksa tekanan darah secara rutin, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga penderita hipertensi.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga terus mendorong program CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres) sebagai panduan gaya hidup sehat.

BACA JUGA :   Penyebab Sering Kentut, Apakah Tanda Bahaya?

Dengan penerapan gaya hidup sehat sejak dini, hipertensi dapat dicegah dan dikendalikan, sehingga risiko komplikasi kronis di masa depan dapat diminimalkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *