Balita 3 Tahun Alami Stroke, Dokter RS PON Ingatkan Gejalanya

Pesantenanpati.com – Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Adin Nulkhasanah mengaku jika pihaknya pernah menangani kasus penyakit stroke yang dialami oleh seorang pasien anak-anak berusia 3 tahun.

Mengutip dari CNN Indonesia yang dilansir Detik Health, sebanyak 69 dari total 100 pasien operasi bypass yang membuat aliran darah baru dari pembuluh darah bagian tubuh lain karena mengalami serangan stroke akibat kelainan moyamoya, termasuk merupakan bayi 3 tahun tersebut.

“Kita [RSPON] pernah menangani anak usia 3 tahun. Datang sudah dengan serangan stroke berulang, sehingga dia dilakukan pemeriksaan untuk melihat pembuluh darahnya, ternyata moyamoya,” jelas Adin Nulkhasanah, dikutip Selasa (02/12/2025).

Kelainan moyamoya memiliki tanda berupa penyumbatan atau penyempitan arteri utama yang ada di dasar otak. Penyumbatan ini memaksa otak membentuk pembuluh darah yang kecil, lemah dan kusut untuk mengkompensasi aliran darah yang kurang.

Dokter spesialis bedah saraf, Muhammad Kusdiansah menyebut kejadian yang dialami oleh pasien berusia 3 tahun itu diawali dengan jatuh yang mendadak ketika bermain. Dari kasus lainnya, seorang balita 4 tahun tiba-tiba tidak bisa berbicara setelah dirinya menangis.

BACA JUGA :   Nyeri Haid Setara Serangan Jantung? Ini Kata Ahli!

“Nah, mungkin ini orang tua perlu tahu ya, karena waktu nangis itu, aliran darah ke otaknya terganggu. Setelah nangis, dia jadi enggak bisa ngomong,” jelas Kusdiansyah.

Melihat fenomena tersebut, Kusdiansyah mengimbau kepada orang tua agar tidak mengabaikan gejala-gejala yang terjadi oleh balita seperti sering terjatuh tiba-tiba, gangguan keseimbangan, lebih lemas dibanding anak sebayanya, hingga wajah yang tampak tidak simetris.

“Yang sudah bicara, terus bicaranya jadi susah, jadi ada hambatan, hal-hal itu menjadi tanda awal dan harus segera diperiksa karena stroke pada anak tidak lazim. Kalau tanda itu ditemukan, jangan-jangan itu kelainan moyamoya,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *