Ahli Sebut Perempuan Lebih Rentan Kena Infeksi Saluran Kemih daripada Laki-laki

Pesantenanpati.com – Sebuah dokter spesialis urologi di Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro, Teguh Risesa Djufri, mengatakan bahwa perempuan tercatat lebih rentan mengalami penyakit infeksi saluran kemih (ISK) dibandingkan dengan laki-laki.

Dalam hal ini, Teguh menyebut terkait dengan alasannya yang berupa kepemilikan perempuan atas saluran kemih yang lebih pendek, sehingga lebih memudahkan bakteri untuk masuk hingga menyebabkan munculnya infeksi.

“Saluran kemih perempuan hanya sekitar dua sampai tiga sentimeter sehingga bakteri lebih mudah masuk, baik dari area genital maupun anus,” ujar Teguh dalam media gathering bertajuk Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih di Jakarta, dikutip dari Antara News.

Selain itu, Teguh juga mengatakan bahwa perempuan umumnya lebih kuat untuk menahan buang air kecil. Padahal jika perilaku tersebut dijadikan sebagai kebiasaan dapat meningkatkan adanya risiko infeksi.

Pada penjelasannya, risiko penyakit ISK dalam tubuh perempuan yang semakin mengalami peningkatan telah memasuki masa menopause lantaran adanya penurunan hormon estrogen.

Hal tersebut mampu menyebabkan lapisan pelindung saluran kemih menjadi menipis sehingga bakteri lebih mudah menginfeksi kandung kemih maupun saluran kemih.

BACA JUGA :   Berikut Peregangan Ringan yang Bisa Dilakukan di Kantor

Sementara itu, penanganan penyakit ISK pada perempuan mengalami perbedaan antara sebelum dan sesudah menopause. Bagi yang belum mengalami menopause, bakteri dalam urine yang disertai gejala perlu dilakukan pengobatan.

Namun bagi sebagian perempuan pascamenopause, keberadaan bakteri tanpa keluhan belum tentu memerlukan tindakan terapi antibiotik.

Parahnya, Teguh menyebut terkait dengan banyaknya perempuan yang mengalami ISK setidaknya sekali sepanjang hidupnya melalui sejumlah gejala awal seperti nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, anyang-anyangan, frekuensi buang air kecil meningkat, urine keruh atau bercampur darah, hingga nyeri di perut bagian bawah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *