Masyarakat Desa di Jateng Didorong Jadi Pemasok Dapur SPPG

Pesantenanpati.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tengah mendorong masyarakat desanya untuk dapat mengambil peran lebih besar sebagai pemasok bahan pangan pada program prioritas Presiden Republik Indonesia (RI), Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dalam Penandatanganan Surat Dukungan Asta Cita Presiden RI yang diprakarsai Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Papdesi).

Menurut Luthfi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) memiliki peran yang sangat strategis dalam melakukan pembangunan terhadap rantai pasok program MBG.

Dalam hal ini, di antara peran yang dapat dilakukan oleh adanya BUMDes maupun KDMP seperti melakukan penghimpunan terhadap hasil petani, peternak, dan nelayan, memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas, yang selanjutnya disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Oleh sebab itu, kegiatan tersebut juga dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman antara DPD Papdesi dengan sejumlah Kementerian/Lembaga, guna menguatkan kolaborasi BUMDes, KDMP, maupun SPPG.

BACA JUGA :   BGN Sebut 78 SPPG di Solo Raya Langgar Juknis Operasional

“Saya sangat mendukung MoU yang kita laksanakan. Tetapi kami minta jangan hanya sebatas MoU. Kita harus ikut cek, recheck, dan final check, sehingga program ini benar-benar membumi di masyarakat,” ujar Luthfi di KDMP Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/06/2026).

Sementara itu, Ketua DPP Papdesi, Wargiyati, mengatakan terkait dengan sinergi yang dilakukan antara KDMP, BUMDes, dan SPPG, yang diharapkan mampu menciptakan perekonomian desa agar lebih bergerak secara semestinya.

“Kami berharap Koperasi Desa dan BUMDes dapat bersinergi sebagai pemasok bahan pangan dari potensi desa masing-masing, untuk mendukung program MBG. Dengan begitu, perekonomian desa berputar dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” ucap Wargiyati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *