Antrean SPBU Mengular, Pemkot Makassar Terapkan Pembelajaran Daring hingga WFH

Pesantenanpati.com – Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerapkan pembelajaran daring bagi peserta didik.

Penerapan pembelajaran daring bagi peserta didik di setiap sekolah, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), itu merupakan imbas dari antrean panjang dari kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Saya sudah instruksikan Ibu Kadis (Kepala Dinas) Pendidikan keluarkan edaran agar siswa PAUD sampai SMP sekolah daring mulai besok,” ujar Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin dalam keterangannya, dilansir dari Detik.

Perlu diketahui, penerapan kebijakan sekolah daring yang berdasarkan pada surat edaran Dinas Pendidikan itu mulai diberlakukan sejak Sabtu (12/09/2026) hingga Sabtu 19 September 2026.

Menurut Munafri, kebijakan pembelajaran daring tersebut diterapkan sebagai bagian dari langkah responsif untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kondisi antrean BBM yang mengular.

“Melalui kebijakan ini, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa melakukan perjalanan dari rumah menuju sekolah, sehingga mobilitas kendaraan pada jam-jam sekolah dapat kita tekan,” jelasnya, dikutip dari Senin (14/09/2026).

BACA JUGA :   Harga BBM Malaysia Turun, Pertamina Sebut Alasan di RI Mahal

Selain itu, Pemkot Makassar juga melakukan penerapan terkait dengan kebijakan sistem Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada hari ini, Senin dan Selasa, 14-15 September 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *