Kepala SPPG di Bogor dan Cirebon Dicopot Buntut Keracunan, BGN Sebut Penyebab Beli Bahan Jadi

Pesantenanpati.com – Peristiwa keracunan ratusan siswa yang terjadi di kawasan Bogor dan Cirebon, Provinsi Jawa Barat (Jabar), disebut dipicu oleh kelalaian yang disengaja.

Atas hal tersebut, Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) resmi melakukan pencopotan terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan keracunan di Bogor dan Cirebon.

“Terkait kasus kejadian menonjol di Bogor dan beberapa tempat sebelumnya, jujur saja, saya sedih dan menyesalkan adanya kejadian tersebut. Terkait kasus Bogor, kami sudah kirim tim dan saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Kapolres, dan Dandim di Bogor,” ujar Kepala BGN, Sudaryono, dikutip dari Detik.

Dalam pernyataannya di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sudaryono mengatakan bahwa kasus keracunan di Bogor disebabkan oleh pembelian bahan makanan jadi yang kualitas bahannya tidak dapat dikontrol.

“Di Cirebon, mereka beli telur puyuh yang sudah matang dan terkelupas. Kita tidak bisa mengontrol kapan direbusnya, dikupasnya, kebersihannya, dan sebagainya. Di Bogor, diduga karena membeli bumbu kacang sate barang jadi. Kapan diuleknya dan kebersihannya tidak bisa dipastikan,” jelasnya.

BACA JUGA :   Kronologi Remaja Tewas Terlindas Truk di Magelang

Pada penanganan kasus ini, Sudaryono menyebut jika pihaknya tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pembelian bahan makanan jadi dinilai merupakan kelalaian yang disengaja.

“Ini sedang kami periksa. Terkait nyawa dan kesehatan, saya tidak main-main. Siapa pun pemilik dapurnya, selama membahayakan dan ada kelalaian yang disengaja, wajib hukumnya ditutup permanen,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *