Pedagang Bakso di Jateng Capai 17 Ribu Lebih, Gubernur Jateng Minta Urus Sertifikat Halal

Pesantenanpati.com – Jumlah pedagang bakso di Jawa Tengah mencapai 17.500 orang berdasarkan catatan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso).

Hal itu menjadikan mereka sebagai pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar sebagaiman yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Pedagang bakso di Jateng ini merupakan pegiat ekonomi mikro yang jumlahnya paling besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemprov mendorong agar para pedagang mengurus sertifikat halal agar naik kelas dan berkembang.

Pengurusan sertifikat halal itu agar pelaku usaha lebih tertata dan memiliki standar.

“Sertifikasi halal tidak gampang, dari mulai alat dan sebagainya, berarti dinas kita harus ikut serta, sehingga penjual bakso kita punya sertifikasi,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, sektor usaha bakso merupakan salah satu usaha rakyat yang tetap bertahan di tengah berbagai kondisi ekonomi. Kehadiran para pedagang bakso memberi kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi mikro di Jawa Tengah.

“Saya senang sekali hari ini bisa berada di tengah-tengah teman-teman penjual bakso, yang secara tidak langsung akan memberikan kontribusi bagi ekonomi mikro di Jawa Tengah,” tegasnya.

BACA JUGA :   Pemprov Jateng Pastikan Tahapan SMPB Transparan Tak Ada Titipan

Ketua Umum Apmiso, Lasiman, menyoroti tantangan yang sedang dihadapi pedagang bakso, mulai dari persaingan usaha yang makin ketat hingga persoalan bahan baku. Menurut dia, pembiayaan menjadi syarat utama bila pedagang ingin menaikkan kapasitas usaha, aset, dan omzet.

Selain itu, dia juga mendorong kerja sama dengan kalangan akademisi, agar pelaku usaha lebih siap menghadapi persaingan, terutama dalam hal teknologi, pemasaran, dan produksi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *