Pati, Pesantenanpati.com – Bendung Karet yang ada di Sungai Juana, Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, mendadak diserbu warga lantaran kondisinya yang asat hingga mengakibatkan banyaknya ikan yang terdampar.
Sebelumnya perlu diketahui, Bendung Karet Sungai Juana ini memiliki fungsi utama yaitu mengatur distribusi air irigasi bagi ribuan hektare lahan persawahan. Secara pokoknya, Bendung Karet menjadi penyekat antara air asin dengan air tawar di Sungai Juana.
Melansir dari Detik, kondisi sungai saat ini yang kering kerontang membuat jutaan ikan sapu-sapu terdampar di tengah sungai. Bahkan, sejumlah ikan juga terlihat mati di sekitar lokasi. Kondisi tersebut viral di media sosial.
“Dulu waktu pembangunan saya ke sini banyak air, terus ternyata sekarang habis. Ini karena pengaruh musim kemarau panjang, biasanya nggak seperti ini, ini ada Embung Karet untuk menyekat air asin dan tawar, tapi ini kemarin ekstrem jadi airnya susut,” ujar warga Juwana, Anton.
“Kejadian ini baru terjadi tahun ini, sejak seminggu yang lalu. Ini kan air kering ngambil air padanya air cepat habis,” tambahnya.
Pernyataan yang sama juga turut disampaikan oleh salah satu warga Desa Bungasejo, Lukito, yang menilai jika surutnya air yang ada di Bendung Karet Sungai Juana ini karena imbas dari musim kemarau.
“Ya semula ini tampungan air dari atas memang kurang, untuk petani yang banyak membutuhkan air karena musim tanam, karena kemarin embung masih ada terus harapan warga bisa tanam, tapi ternyata panas sungguh ekstrem jadi tidak ada air,” jelas Lukito. (*)













