Warga Pedurungan Kena Tipu Rp380 Juta Usai Dijanjikan Lolos UI

Pesantenanpati.com – Warga Pedurungan, Kota Semarang Djoni Heru Suprijatno (57) kena tipu Rp380 juta usai dijanjikan dibantu anaknya lolos Universitas Indonesia (UI).

Namun kenyataannya, anak korban tak lolos UI. Usai sadar menjadi korban penipuan, kasus ini akhirnya dilaporkan ke polisi pada Jumat (25/9/2026).

“Kita laporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkaitan dengan modus penerimaan mahasiswa baru di Universitas Indonesia,” ujar pengacara korban, Karman dilansir dari Kompas.

Pelaku diduga sengaja mencatut nama Rektor UI dan wakil menteri saat menawarkan bantuan kepada korban.

“Ada serangkaian tipu muslihat yang sudah dilakukan dengan mencatut nama wakil menteri, dengan mencatut nama Rektor UI sehingga korban kena bujuk rayunya dan kemudian menyerahkan uang Rp380 juta secara bertahap,” ujarnya.

Pelaku sempat diberi kesempatan mengembalikan uang lewat somasi yang dilayangkan. Namun uang tak pernah dikembalikan.

Bukti awal berupa bukti transfer, percakapan antara korban dengan terlapor, dan bukti lainnya juga telah diserahkan.

“Jadi bukti transfer, bukti proses komunikasi chat, kemudian bukti berkaitan dengan pernyataan pemakaian uang,” ungkapnya.

BACA JUGA :   RI Wacanakan Aturan Besaran Admin Fee untuk E-Commerce

Kejadian bermula saat istrinya dan korban berkomunikasi sekitar awal Mei 2026. Pelaku saat itu menawarkan bantuan untuk bisa memasukkan anaknya ke UI dengan biaya Rp250 juta jalur reguler dan Rp300 juta kelas internasional. Korban lantas mengirimkan Rp250 juta pada 4 Mei 2026.

“Kami tanggal 4 Mei melakukan transfer yang pertama Rp250 juta,” ujarnya.

Pelaku kemudian kembali meminta tambahan Rp100 juta. Namun dinego oleh korban hingga turun Rp80 juta.

“Akhirnya tanggal 8 Mei kami transfer lagi Rp80 juta. Alasannya Rp250 juta untuk Rektor UI dan tim penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 di UI, yang Rp80 juta itu akan diberikan ke anggota dewan,” jelasnya.

Pelaku kembali meminta uang Rp50 juta pada 15 Mei 2026 dengan alasan untuk membantu memasukkan data anaknya ke Dikti.

“Alasannya untuk menginput data nama anak kami ke Dikti. Jadi ada oknum Dikti yang akan diberikan. Tapi apakah itu benar diberikan, kami belum tahu,” katanya.

“Kemudian di samping itu masih ada permintaan yang lain, tapi kami tolak,” lanjutnya.

BACA JUGA :   Tidak Memiliki IPAL, BGN Tutup 27 SPPG di Kabupaten Sampang

Anak korban sendiri mengikuti sejumlah jalur penerimaan mahasiswa UI, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga Kelas Khusus Internasional (KKI).

“Setiap kali (anaknya) gagal, kami tanya, dia cuma bilang ‘astagfirullah’. Tapi begitu ditanya hasilnya, dia nggak pernah jawab secara spesifik. Cuma menjanjikan pasti berhasil,” tuturnya.

“Tapi nyatanya sampai pengumuman yang terakhir, kelas mandirinya atau kelas itu ditutup, anak kami tetap nggak diterima (di UI),” lanjutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *