Penyaluran Bansos Rp17,5 T Jadi Penguatan Daya Beli Ramadan

Pesantenanpati.com – Guna memperkuat daya beli masyarakat sepanjang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyalurkan dua jenis bantuan sosial (bansos) dengan alokasi anggaran senilai Rp17,5 triliun.

Dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN (Hari Besar Keagaaman Nasional) Idul Fitri 2026, Diskon Tarif Lebaran, WFA (Working from Anywhere) dan Bantuan Pangan, Gus Ipul mengaku bahwa pihaknya akan diperuntukkan bagi sebanyak 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Melansir dari Detik, dua jenis penyaluran tersebut di antaranya adalah bansos reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta bansos adaptif yang terdiri dari bantuan kebencanaan dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Terkait dengan bantuan kebencanaan, Gus Ipul dalam perinciannya menjelaskan terkait cakupan sejumlah aspek seperti bantuan isian rumah, pemberdayaan serta jaminan hidup. Sementara, bantuan ATENSI akan diberikan kepada keluarga pemerlu atensi sosial.

Melalui sistemnya, diharapkan seluruh penyaluran bansos yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan diolah Badan Pusat Stastistik (BPS) ini dapat melahirkan hasil yang akurat, sesuai dengan perbaruan data.

BACA JUGA :   Oknum Polisi di Maluku Diduga Terlibat Perselingkuhan dengan Istri Temannya

Oleh sebab itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan terkait pentingnya pemutakhiran data dengan menyediakan sejumlah kanal yang dapat diakses oleh melalui jalur formal berjenjang dari tahap RT/RW dan bertingkat hingga ke kepala daerah.

Di antara kanal yang diakses, seperti aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kemensos melalui nomor telepon 021-171 yang tersedia 24 jam nonstop. Kemudian, Kemensos juga tengah mempersiapkan kanal aduan baru berupa hotline WhatsApp. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *