INACA Sebut Konflik Timur Tengah Naikkan Operasional Maskapai

Pesantenanpati.com – Memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran tercatat mampu mempengaruhi keberlanjutan industri penerbangan, utamanya pada kenaikan biaya operasional maskapai.

Dalam hal ini, Sekjen Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA), Bayu Sutanto berpendapat bahwa konflik Timur Tengah mampu menaikkan harga minyak dunia beserta lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketika kedua komponen biaya tersebut terpengaruh, maka kenaikan biaya operasional maskapai penerbangan nasional juga akan terkena imbasnya. Atas kondisi tersebut, pihak INACA mengajukan tiga usulan kepada pemerintah, salah satu di antaranya adalah menaikkan tarif fuel surcharge.

“Menaikkan fuel surcharge (biaya tambahan bahan bakar) sebesar 15% atas masing-masing fuel surcharge yang telah ditetapkan melalui KM 7 Tahun 2023 tanggal 10 Januari 2023,” jelas Bayu dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Detik Finance.

Usulan yang kedua, Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket penerbangan domestik juga dinaikkan sebesar 15% bagi pesawat udara dengan jenis jet maupun propeller atas TBA yang ditetapkan melalui KM 106 Tahun 2019.

BACA JUGA :   Prabowo Arahkan untuk Percepatan Pembangunan Tangki Minyak

Kemudian usulan yang ketiga, pihak INACA meminta kebijakan stimulus yang bersifat kontemporer pada diskon tiket pesawat melalui penurunan sejumlah biaya bagi maskapai untuk tetap dipertahankan, seperti pada momen Lebaran 2026.

“Yaitu penundaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) Avtur dan tiket domestik, keringanan biaya bandara atau PJP4U serta kebijakan rescheduling pembayaran outstanding biaya bandara dan navigasi tetap dipertahankan,” ucapnya, dikutip Sabtu (28/03/2026). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *