Pesantenanpati.com – Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI), Dadan Hindayana memastikan bahwa program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan menggunakan penyesuaian mekanisme penyaluran.
Dalam hal ini, penyesuaian tersebut telah disiapkan sebagai bagian dari tujuan agar layanan tetap dapat menjangkau hingga ke seluruh penerima manfaat tanpa haru mengganggu pelaksanaan ibadah puasa Ramadan.
“Untuk Ramadan, Makan Bergizi [Gratis] akan tetap berlanjut. Jadi, ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan,” jelas Dadan, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (09/02/2026).
Di antara empat mekanisme tersebut, yang pertama adalah bagi anak sekolah dengan wilayah yang mayoritas penduduknya menjalankan puasa. Untuk klasifikasi ini, makanan akan tetap dikirimkan ke sekolah namun dalam bentuk yang tahan lama dan dapat dikonsumsi hingga berbuka.
“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas [penduduknya] puasa, makanannya akan seperti biasa dikirim ke sekolah dalam bentuk makanan yang tahan dan bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi pada saat buka,” katanya.
Mekanisme yang kedua diberlakukan bagi anak sekolah di daerah yang mayoritasnya tidak berpuasa. Terkait skema ini, pelayanan program prioritas MBG ini tetap dijalankan secara normal tanpa perubahan pola distribusi.
Ketiga, skema program MBG yang menyasar pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang disebut juga tetap menerima layanan seperti biasa selama Ramadan. Kemudian yang keempat akan diterapkan khusus bagi pesantren.
Terkait penerima manfaat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pesantren, maka waktu pelayanan program MBG-nya digeser menyesuaikan waktu berbuka puasa.
“Untuk pesantren, pelayanannya akan digeser ke saat buka. Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka,” ujanya. (*)







