Makna Lafaz Takbir dan Waktu Pelaksanaannya dalam Islam

Pesantenanpati.com – Takbir merupakan salah satu lafaz yang sangat lekat dalam praktik ibadah umat Islam. Kalimat “Allahu Akbar” tidak hanya diucapkan dalam salat, tetapi juga mengiringi berbagai momentum penting dalam kehidupan keagamaan, khususnya pada hari-hari besar Islam.

Melansir dari Kumparan, kalimat takbir mengandung makna pengagungan kepada Allah SWT sekaligus menjadi pengingat tentang kebesaran-Nya di atas segala sesuatu. Secara bahasa, takbir berasal dari kata kabbara yang berarti membesarkan.

Sementara dalam konteks syariat Islam, takbir dimaknai sebagai pengakuan bahwa Allah Maha Besar, Maha Tinggi, dan Maha Agung, melebihi segala hal yang ada di dunia. Ucapan takbir menjadi simbol ketundukan, keimanan, serta kepasrahan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Makna takbir juga mencerminkan sikap spiritual seorang Muslim dalam menjalani kehidupan. Dengan mengucapkan takbir, umat Islam diingatkan untuk tidak mengagungkan selain Allah, baik itu harta, jabatan, maupun kekuasaan.

Oleh karena itu, takbir sering menjadi bagian dari ibadah yang menuntut kekhusyukan dan keikhlasan, seperti salat dan ibadah haji. Dalam praktiknya, takbir memiliki waktu pelaksanaan tertentu yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

BACA JUGA :   Doa Meminta Karir dan Cita-cita Lancar

Salah satu waktu utama pelaksanaan takbir adalah pada Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Takbir Idulfitri dilaksanakan mulai terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga sebelum pelaksanaan salat Id.

Sementara itu, takbir Iduladha dimulai sejak masuk tanggal 10 Zulhijah dan berlanjut hingga hari Tasyrik, yaitu tanggal 13 Zulhijah.

Selain pada hari raya, takbir juga diucapkan dalam rangkaian ibadah salat lima waktu. Takbiratul ihram menjadi tanda dimulainya salat, diikuti dengan takbir-takbir lainnya saat berpindah gerakan.

Di luar itu, takbir juga sering dikumandangkan ketika menyembelih hewan kurban, sebagai bentuk penyebutan nama Allah dan pengakuan atas kebesaran-Nya.

Dengan memahami makna dan waktu pelaksanaan takbir, umat Islam diharapkan tidak sekadar melafazkannya secara lisan, tetapi juga menghayati nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *