Warga Terdampak Tanah Gerak di Tegal Bakal Direlokasi

Pesantenanpati.com – Warga terdampak inisiden tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal bakal direlokasi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa relokasi menjadi langkah utama yang akan dilakukan demi menjaga keselamatan warga.

Pemerintah pun akan menyiapkan hunian sementara hingga hunian tetap lengkap dengan sertifikat kepemilikan.

“Sertifikat nanti akan diurus. Ibu Bapak tidak perlu khawatir, akan dapat rumah berikut sertifikatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran meminta agar kelompok rentan mendapat perhatian utama. Dia menyebut anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan penyandang disabilitas, harus dipastikan aman dan kebutuhannya terpenuhi.

“Kita prioritaskan keselamatan. Makan harus tercukupi, obat-obatan tersedia, dokter dan bidan standby 24 jam,” jelasnya.

Ia meminta agar ada pendataan warga dilakukan secara detail, termasuk warga yang bertani dan beternak, agar seluruh hak dan mata pencaharian mereka ikut diperhitungkan dalam proses relokasi.

“Yang bertani, beternak, lahannya berapa, ternaknya apa, semua dicatat. Jangan sampai ada yang tertinggal,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp338.035.551. Bantuan tersebut terdiri atas logistik makanan dan nonmakanan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp35.200.000, dan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp212.068.980.

BACA JUGA :   Insiden Tanah Gerak Landa Desa Padasari Tegal, Pemprov Kucurkan Rp210 Juta untuk Penanganan

Selain itu, bantuan juga disalurkan berupa beras sebanyak dua ton senilai Rp27 juta melalui Dinas Ketahanan Pangan, obat-obatan senilai Rp11.766.571 dari Dinas Kesehatan, serta seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp52 juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp120 juta, untuk rumah warga terdampak bencana tanah gerak di Kabupaten Tegal.

Sebagai informasi, bencana tanah gerak berdampak pada 464 unit rumah warga dengan rincian 205 unit rusak berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan. Jumlah pengungsi tercatat mencapai 1.686 jiwa yang tersebar di sejumlah lokasi pengungsian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *