Petani di Grobogan Keluhkan Lumpur Pasca Banjir, Belum Bisa Tanam

Pesantenanpati.comPetani di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengeluhkan lumpur pasca banjir melanda pada Februari 2026 lalu.

Sejumlah lahan pertanian warga belum sepenuhnya pulih, karena masih ada yang terendam lumpur.

Petani setempat, Sumarsih mengatakan bahwa lahan sawah miliknya seluas 1,5 hektare hingga kini belum bisa ditanami.

Lumpur dari banjir menyebabkan elevasi sawah menjadi jauh lebih tinggi dari lahan sekitar sehingga irigasi tak bisa masuk.

“Saya pingin sawahnya dikeruk saja, supaya bisa ditanam lagi,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno bersama jajarannya pun telah mendatangi lokasi.

Sumarno menegaskan, penanganan lahan itu menjadi prioritas, karena menyangkut sumber mata pencaharian utama warga. Dari hasil tinjauan lapangan, langkah kedaruratan yang paling rasional adalah melakukan pengerukan tanah.

“Solusinya ya harus dikeruk untuk disamakan elevasinya dengan sawah di sebelahnya, supaya air bisa menggenangi area sawah yang sekarang tertimbun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sumarno memaparkan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Desa Tinanding merupakan zona Lahan Sawah Dilindungi (LSD), yang memiliki tingkat kesuburan sangat tinggi.

BACA JUGA :   Puluhan Siswa SD Wonogiri Diduga Keracunan Jajan Sekolah

Terlebih, saluran yang jebol beberapa waktu lalu merupakan saluran induk irigasi yang vital bagi pertanian di Kabupaten Grobogan.

“Kalau dari RTRW, pasti ini masuk LSD karena memang ini daerah subur. Bisa dilihat di sebelah-sebelahnya, sekarang juga masih ditanami dan tumbuh cukup hijau,” tambahnya.

Atas dasar itulah, Pemprov Jateng melalui tim perencanaan, berkomitmen untuk segera merumuskan langkah teknis penanganan pasca-bencana ini.

“Nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut. Kami dari tim perencanaan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini, karena ini benar-benar mata pencaharian dari pemilik tanah,” pungkas Sumarno. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *