Pesantenanpati.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berencana membangun SMA Negeri di Kecamatan Tambakromo dan Jaken, Kabupaten Pati.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyampaikan hal tersebut sebagai respon atas keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta, terkait adanya wacana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.
Perwakilan paguyuban menilai jika di Kecamatan Margoyoso telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari sisi jumlah maupun kualitas.
Gus Yasin menyebut, wacana pendirian SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso bukan berasal dari Pemprov Jateng.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sendiri mencatat, masih terdapat wilayah di Kabupaten Pati yang membutuhkan penguatan akses pendidikan menengah seperti di Kecamatan Tambakromo dan Jaken, yang masuk kategori blank spot pendidikan menengah atas.
“Kita tidak punya rencana (pembangunan SMA) di Margoyoso, tapi adanya di Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno menyebut, Kabupaten Pati memiliki dua kecamatan yang masuk kategori blank spot pendidikan dan Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.
“Sesuai arahan Kepala Dinas dan juga hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur, pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak direkomendasikan,” ungkapnya.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sendiri akan mengecek, apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri Margoyoso.
“Kalau ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Namun jika belum ada, fokus kami tetap pada Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso, Birhad mengatakan, Kecamatan Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah.
“Karena itu, kami berharap perhatian pemerintah diarahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi dengan pemerintah, untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar dia. (*)













