Apa Alasan Jendela Pesawat Wajib Terbuka saat Periode Kritis?

Pesantenanpati.com – Bagi sebagian besar penumpang pesawat, membuka penutup jendela ketika lepas landas dan mendarat (periode kritis) dianggap sebagai salah satu aturan sepele yang dikira hanya agar bisa menikmati pemandangan ataupun mengambil foto perpisahan dengan daratan.

Namun tahukah kamu, jika di balik aturan tersebut ternyata ada alasan keselamatan yang sangat penting dan telah diperhitungkan dengan matang oleh awak kabin?

Melansir dari Liputan6, sejumlah ahli penerbangan, termasuk pilot maupun pejabat keselamatan menyetujui bahwa jendela pesawat yang terbuka menjadi salah satu lapisan pertahanan pasif yang mampu membuat perbedaan antara kekacauan dengan evakuasi teratur ketika terjadi hal buruk.

Diketahui, salah satu alasan utama terkait dengan aturan jendela yang terbuka ketika pesawat dalam periode kritis adalah untuk sinkronisasi penglihatan, karena mata manusia membutuhkan cukup waktu untuk beradaptasi dengan perubahan cahaya yang drastis.

Ketika kabin dalam kondisi terang sementara di luar gelap gulita atau bahkan sebaliknya, maka penumpang dapat mengalami kebutaan sesaat dalam waktu beberapa detik atau bahkan menit. Padahal dalam kondisi darurat, evakuasi harus dibutuhkan dengan waktu yang cepat.

BACA JUGA :   4 Manfaat Kembang Turi bagi Kesehatan

Kemudian, jendela pesawat yang terbuka berfungsi sebagai titik pengamatan vital bagi awak kabin, karena momen periode kritis menjadi salah satu fase di mana sebagian besar insiden penerbangan bisa saja terjadi.

Awak kabin dilatih untuk menjadi mata sekaligus telinga bagi pilot yang ada di dalam kabin penumpang. Melalui jendela, mereka dapat dengan cepat mengidentifikasi potensi bahaya yang ada di luar pesawat, apa lagi selama periode kritis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *