Pesantenanpati.com – Polda Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Mitigasi itu meliputi penyiapan skenario pengamanan hingga rekayasa lalu lintas.
Kabid Humas Polda Jateng Artanto mengatakan bahwa pos terpadu telah disiapkan di kawasan Kalikangkung yang akan menjadi pusat koordinasi pengendalian arus lalu lintas.
“Kami telah menyiapkan pos terpadu di Kalikangkung yang akan mengkoordinir seluruh pos pengamanan dan pos terpadu di jajaran. Pos ini menjadi pusat kendali untuk memantau perkembangan arus lalu lintas di berbagai jalur yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.
Wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas juga dibagi menjadi empat kawasan guna memudahkan pengendalian. Diantaranya meliputi aglomerasi Banyumas yang dikendalikan oleh Kapolresta Banyumas, aglomerasi Wonosobo yang mencakup jalur Banjarnegara, Dieng hingga Magelang dan dikendalikan oleh Kapolres Wonosobo, aglomerasi Klaten yang mengarah ke wilayah Yogyakarta dikendalikan oleh Kapolres Klaten, serta aglomerasi Ungaran–Semarang–Demak–Jepara yang berada di bawah kendali Kapolrestabes Semarang.
“Pos terpadu Kalikangkung yang dikendalikan oleh Dirlantas Polda Jateng akan mengkoordinasikan seluruh wilayah aglomerasi tersebut. Jadi bukan hanya jalur tol yang menjadi perhatian, tetapi jalur arteri juga menjadi fokus pengawasan,” jelasnya.
Pengawasan pun dilakukan di jalur Jalan Tol Trans Jawa, jalur arteri Pantura, jalur tengah, jalur selatan hingga jalur arteri selatan-selatan atau Pansela.
“Seluruh jalur tersebut akan dipantau dan dikendalikan secara terpadu dari Pos Terpadu Kalikangkung oleh Dirlantas Polda Jateng,” paparnya.
Skenario rekayasa lalu lintas hingga penerapan sistem one way juga disiapkan.
“Kebijakan one way lokal akan diterapkan sesuai indikator dan hasil monitoring kepadatan lalu lintas di lapangan,” jelasnya.
Diperkirakan, puncak arus mudik di wilayah Jawa Tengah akan terjadi pada dua periode, yakni tanggal 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
“Kami mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan mudik dan balik dengan baik. Persiapkan kondisi fisik pengemudi, jika perjalanan jauh sebaiknya ada sopir cadangan, serta pastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan,” ungkapnya. (*)







