Pati, Pesantenanpati.com – Pelayanan dasar warga kini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam melakukan penanganan banjir.
Kebutuhan dasar yang mendesak untuk dipenuhi diantaranya kebutuhan makan, sandang, air bersih, kesehatan, hingga penanganan pasca banjir.
“Saya akan menangani bencana banjir ini secara serius supaya semua warga yang terdampak banjir itu bisa terlayani kebutuhan dasarnya, utamanya adalah makan, sandang, air bersih, kesehatan, dan juga penanganan pasca banjir yaitu membersihkan lumpur,” ujar Bupati Sudewo.
Bantuan juga datang dari pegawai di lingkup Pemkab Pati. Dimana para ASN menggalang iuran untuk memberikan bantuan kepada korban banjir. Selain itu, dana senilai Rp691 juta yang sebelumnya dihimpun untuk bantuan bencana di daerah lain kini disiagakan untuk warga Kabupaten Pati.
“Kabupaten Pati juga terdampak bencana banjir, maka yang semula akan kami sumbangkan ke daerah lain, dengan memohon maaf, akan dipakai oleh warga Kabupaten Pati sendiri,” paparnya.
Seluruh ASN masyarakat juga diimbau melakukan hal yang sama.
“Semua ASN, semua unsur pemerintah itu bekerja secara total. Tenaga kesehatan harus stand by di posko-posko, guru-guru juga ikut membantu meskipun wilayahnya tidak terdampak. Kami juga menghimbau pihak swasta dan para pengusaha untuk berpartisipasi memberikan kontribusi logistik,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pati saat ini dalam kondisi tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, terhitung sejak 9 Januari hingga 23 Januari 2026.
Ada 12 kecamatan dan 136 desa, dengan 61.606 warga terdampak, 20.194 rumah terendam, serta 2 korban jiwa meninggal dunia akibat banjir. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, meliputi sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur.
“Kemarin kami melakukan rapat koordinasi bersama TNI, Polri, Forkopimda, instansi vertikal, Baznas, PMI, dan PLN. Kami sepakat penanganan bencana ini harus terorganisir dan terkoordinir supaya semua warga terdampak bisa terlayani dan tidak saling tumpang tindih,” terangnya. (*)







