Ikan Sidat Asal RI Punya Kandungan Omega-3 Tertinggi di Dunia

Pesantenanpati.com – Meluruskan anggapan terkait kadar Omega-3 tinggi yang hanya ada pada ikan salmon dan gabus, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan bahwa kandidat lain yang mengunggulinya adalah ikan sidat yang ternyata berasal dari Indonesia.

Bahkan, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Gadis Sri Haryani, menyebut kandungan Omega-3 (DHA dan EPA) yang ada pada ikan sidat merupakan yang tertinggi di dunia, lengkap dengan vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, dan fosfor.

“Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi,” jelas Gadis, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (07/01/2026).

DHA atau asam dokosaheksaenoat memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan dan fungsi otak manusia, sementara EPA (asam eikosapentaenoat) tercatat mampu membantu mengurangi peradangan serta menjaga kesehatan jantung.

Mengingat ikan sidat menjadi salah satu sumber daya perikanan dengan potensi ekonomi strategis di Indonesia, Gadis menilai jika pendekatan pengelolaan berkelanjutan dan berbasis sains diperlukan untuk mengurangi eksploitasi berlebih yang dapat mengancam populasinya di masa mendatang.

BACA JUGA :   Pria di Jatim Aniaya dan Perkosa Mantan Pacarnya Sendiri

Selain itu, ikan sidat termasuk dalam kategori biologi kritis, yaitu siklus hidup katadromus. Artinya, penetasan ikan sidat dari telurnya di laut berubah menjadi leptocephalus atau larva belut yang unik, berbentuk pipih, transparan, seperti daun dan tidak punya kemampuan untuk berenang.

“Kemudian selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari atau badan air semi tertutup yang berada di muara sungai, di mana air tawar dari sungai bercampur dengan air laut, dia berubah menjadi sidat kaca atau glass eel,” katanya.

Berdasar pada penelitiannya yang ternyata mengungkap siklus hidup ikan sidat dari tiga ekosistem, yaitu di laut, estuari dan air tawar yang rawan terhadap ancaman dan gangguan, tingginya permintaan pasar dan tekanan penangkapan menimbulkan masalah kelestarian populasi di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *