Blora, Pesantenanpati.com – Intensitas hujan meningkat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan peninjauan lokasi terdampak tanah gerak di Blora, Jawa Tengah.
Pihak BBWS Pemali Juana meninjau untuk memastikan kondisi di lapangan dari mulai drainase, aliran sungai, lereng, hingga infrastruktur di sekitarnya. Kondisi di lapangan tersebut akan dijadikan dasar melakukan penanganan.
“Tanah gerak berpotensi, dipicu kondisi tanah yang labil dan meningkatnya debit air akibat hujan. Hasil peninjauan ini akan menjadi dasar rekomendasi penanganan,” ucap Pelaksana Teknis BBWS Pemali Juana Agus Yanto di Blora dilansir dari Antara Jateng.
Sebagaimana diketahui jika tanah gerak yang terjadi di Blora menyebabkan penurunan tanah dengan kedalaman 40 hingga 50 centimeter.
Akibatnya, permukiman warga hingga akses jalan sekitar lokasi kejadian pun terdampak.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora Surat mengatakan bahwa lokasi tanah ambles di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo pun telah dilakukan pengukuran.
“Hasil pengecekan menemukan puluhan titik yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” kata Surat.
Sebelumnya, tanah gerak terjadi di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto pada Senin (22/12), dengan penurunan tanah mencapai 50-70 centimeter dan panjang rekahan sekitar 200 meter.
Akibatnya, tiga rumah warga mengalami rusak sedang, masing-masing milik Sriyono, Janarto, dan Sayid.
Sementara itu pergerakan tanah juga terjadi di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, pada Jumat (2/1/2026).
Kejadian ini menyebabkan penurunan tanah sedalam 15 hingga 30 centimeter dengan panjang rekahan sekitar 100 meter. Dua rumah warga rusak sedang, masing-masing milik Djaiz dan Suyatno, serta tiga rumah lainnya terancam.
Penanganan rencananya dilakukan dengan membangun brojong di tepi sungai dan perbaikan drainase dilakukan untuk mengendalikan air agar tak meresak di patahan tanah.
“Penanganan awal difokuskan pada pengendalian aliran dan rembesan air tanah sepanjang sekitar 30 meter,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Blora Mulyowati mengaku akan mengajukan bantuan ke pusat untuk penanganannya.
“Kami terus berupaya mencari solusi dan terobosan pendanaan, termasuk pengajuan bantuan ke pemerintah pusat,” ujarnya. (*)







